Senin, 31 Desember 2018

Pengertian Hidden Kurikulum

Istilah hidden curriculum menunjuk kepada segala sesuatu yang dapat berpengaruh di dalam berlangsungnya pengajaran dan pendidikan, yang mungkin meningkatkan atau mendorong atau bahkan melemahkan usaha pencapaian tujuan pendidikan. Dengan kata lain, konsep hidden curriculum menunjuk pada praktek dan hasil persekolah yang tidak diuraikan dalam kurikulum terprogram atau petunjuk kurikulum kebijakan sekolah, namun merupakan bagian yang tidak teratur dan efektif mengenai pengalaman sekolah.

Hidden (ketersembunyian) merupakan aspek alamiah dalam hal yang berhubungan dengan pengalaman sekolah? pertanyaan ini perlu dimengerti dan dipahami oleh setiap pihak yang berkepentingan dengan pendidikan dan kurikulum. Namun pertama-tama seyogyanya kita mengerti apa arti hidden curriculum.

Kurikulum tersembunyi (the hidden curriculum) adalah kurikulum yang tidak direncanakan. Hilda Taba mengatakan “curriculum is a plan for learning”, yakni aktivitas dan pengalaman anak di sekolah harus direncanakan agar menjadi kurikulum. Ada juga yang berpendapat bahwa kurikulum sebenarnya mencakup pengalaman yang direncanakan dan juga yang tidak direncanakan, yang disebut kurikulum tersembunyi. Anak didik mempunyai aturan tersendiri sebagai reaksi terhadap kurikulum formal seperti tentang mencontek, membuat pekerjaan rumah, menjadi juara kelas, sikap terhadap guru, mencari strategi belajar yang efektif, dan banyak lagi hal lainnya.

Beberapa ahli pendidikan juga mencoba menelaah hidden curriculum. Seperti A. V. Kelly dalam buku The Curriculum menjelaskan bahwa,

Some educationist speak of the hidden curriculum, by which they mean those thing which pupils learn at school because of the way in which the work of the school is planned and organized, and through, the materials provided, but which are not in themselves overtly included in the planning or even in the consciousness of those responsible for the school arrangements. Social roles, for example, are learnt in this way, it is claimed, as are sex roles and attitudes to many other aspects of living. Implicit in any set of arrangements are the attitudes and values of those who create them, and these will be communicated to pupils in this accidental and perhaps even sinister way. This factor is of course of particular significance when the curriculum is planned and imposed by government.

“Beberapa ahli pendidikan berbicara tentang kurikulum tersembunyi, dengan apa yang mereka maksud dengan hal yang siswa pelajari di sekolah. Karena cara dimana pelajaran/pekerjaan sekolah yang direncanakan dan diatur melalui materi yang disediakan/diberikan, tetapi apa yang tidak ada pada diri mereka pada lahirnya termasuk dalam perencanaan atau meskipun kesadaran akan tanggung jawab pada susunan sekolah. Peran sosial, contohnya dipelajari dengan cara ini, itu diklaim sebagaimana peran dan sikap seseorang berdasar jenis kelamin terhadap aspek kehidupan lainnya. Implisit disetiap wacana/susunan yaitu sikap dan nilai yang membuatnya, dan ini akan disampaikan kepada siswa secara kebetulan atau mungkin dengan cara menakutkan. Faktor ini pasti berarti ketika kurikulum direncanakan dan ditentukan oleh pemerintah”.


Menurut Overly dan Valance, dalam Subandijah, hidden curriculum meliputi kurikulum yang tidak dipelajari, hasil persekolahan non-akademik. Dalam kaitan ini, banyak para ahli kurikulum yang mengajukan konsepsi maupun pengertian hidden curriculum, misalnya:

Dreeben memfokuskan pada apa yang dipelajari di sekolah sebagai suatu fungsi struktur sosial kelas dan latihan otoritas guru.

Kolhberg mengidentifikasikan hidden curriculum sebagai hal yang berhubungan dengan pendidikan moral dan peranan guru dalam mentransformasikan standar moral.

Henry cenderung pada hubungan antara siswa dengan guru, aturan untuk mengatur hubungan tersebut dan peranan aturan ini dalam mendidik untuk kepatuhan (decolitas).

Kritisi sosial seperti Goodman, friedenberg, Reiner dan Illich menggunakan konsepsi hidden curriculum sebagai aturan untuk mengidentifikasikan dan menjelaskan penguatan sekolah mengenai struktur kelas dan norma sosial tertentu.

Referensi Makalah®

Kepustakaan:

Subandijah, Pengembangan dan Inovasi Kurikulum, (Jakarta: PT Raja Grafindo,1996). Abdullah Idi, Pengembangan KurikulumTeori dan Praktik, (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2007). A. V. Kelly, The curriculum, (London: SAGE Publications Limited, 2006).

Upaya meningkatkan kualitas Anak


A. Peningkatan Kualitas Guru
Guru yang memiliki posisi yang sangat penting dan strategi dalam pengembangan potensi yang dimiliki peerta didik. Pada diri gurulah kejayaan dan keselamatan masa depan bangsa dengan penanaman nilai-nilai dasar yang luhur sebagai cita-cita pendidikan nasional dengan membentuk kepribadian sejahtera lahir dan bathin, yang ditempuh melalui pendidikan agama dan pendidikan umum. Oleh karena itu harus mampu mendidik diperbagai hal, agar ia menjadi seorang pendidik yang proposional. Sehingga mampu mendidik peserta didik dalam kreativitas dan kehidupan sehari-harinya. Untuk meningkatkan profesionalisme pendidik dalam pembelajaran, perlu ditingkatkan melalui cara-cara sebagai berikut:
1. Mengikuti Penataran
Menurut para ahli bahwa penataran adalah semua usaha pendidikan dan pengalaman untuk meningkatkan keahlian guru menyelarasikan pengetahuan dan keterampilan mereka sesuai dengan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dalam bidang-bidang masing-masing.[16][16] Sedangkan kegiatan penataran itu sendiri di tujukan:
a. Mempertinggi mutu petugas sebagai profesinya masing-masing.
b. Meningkatkan efesiensi kerja menuju arah tercapainya hasil yang optimal.
c. Perkembangan kegairahan kerja dan peningkatan kesejahteraan.[17]
Jadi penataran itu dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja, keahlian dan peningkatan terutama pendidikan untuk menghadapi arus globaliasi.
2. Mengikuti Kursus-Kursus Pendidikan
Hal ini akan menambah wawasan, adapun kursus-kursus biasanya meliputi pendidikan arab dan inggris serta computer.
3. Memperbanyak Membaca
Menjadi guru professional tidak hanya menguasai atau membaca dan hanya berpedoman pada satu atau beberapa buku saja, guru yang berprofesional haruslah banyak membaca berbagai macam buku untuk menambah bahan materi yang akan disampaikan sehingga sebagai pendidik tidak akan kekurangab pengetahuan-pengetahuan dan informasi-informasi yang muncul dan berkembang di dalam mayarakat.
4. Mengadakan Kunjungan Kesekolah Lain (studi komperatif)
Suatu hal yang sangat penting seorang guru mengadakan kunjungan antar sekolah sehingga akan menambah wawasan pengetahuan, bertukar pikiran dan informasi tentang kemajuan sekolah. Ini akan menambah dan melengkapi pengetahuan yang dimilikinya serta mengatai permasalahan-permasalahan dan kekurangan yang terjadi sehingga peningkatan pendidikan akan bisa tercapai dengan cepat.
5. Mengadakan Hubungan Dengan Wali Siswa
Mengadakan pertemuan dengan wali siswa sangatlah penting sekali, karena dengan ini guru dan orang tua akan dapat saling berkomunikasi, mengetahui dan menjaga peserta didik serta bisa mengarahkan pada perbuatan yang positif. Karena jam pendidikan yang diberikan di sekolah lebih sedikit apabila dibandingkan jam pendidikan di dalam keluarga.
B. Peningkatan Materi
Dalam rangka peningkatan pendidikan maka peningkatan materi perlu sekali mendapat perhatian karena dengan lengkapnya meteri yang diberikan tentu akan menambah lebih luas akan pengetahuan. Hal ini akan memungkinkan peserta didik dalam menjalankan dan mengamalkan pengetahuan yang telah diperoleh dengan baik dan benar. Materi yang disampaikan pendidik harus mampu menjabarkan sesuai yang tercantum dalam kurikulum. Pendidik harus menguasai materi dengan ditambah bahan atau sumber lain yang berkaitan dan lebih actual dan hangat. Sehingga peserta didik tertarik dan termotivasi mempelajari pelajaran.
C. Peningkatan dalam Pemakaian Metode
Metode merupakan alat yang dipakai untuk mencapai tujuan, maka sebagai salah satu indicator dalam peningkatan kualitas pendidikan perlu adanya peningkatan dalam pemakaian metode. Yang dimakud dengan peningkatan metode disini, bukanlah menciptakan atau membuat metode baru, akan tetapi bagaimana caranya penerapannya atau penggunaanya yang sesuai dengan materi yang disajikan, sehingga mmperoleh hasil yang memuaskan dalam proses belajar mengajar. Pemakaian metode ini hendaknya bervariasi sesuai dengan materi yang akan disampaikan sehingga peserta didik tidak akan merasa bosan dan jenuh atau monoton. Untuk itulah dalam penyampaian metode pendidik harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1) Selalu berorientasi pada tujuan
2) Tidak hanya terikat pada suatu alternatif saja
3) Mempergunakan berbagai metode sebagai suatu kombinasi, misalnya: metode ceramah dengan tanya jawab.
Jadi usaha tersebut merupakan upaya meningkatkan kualitas pendidikan pada peserta didik diera yang emakin modern.
D. Peningkatan Sarana
Sarana adalah alat atau metode dan teknik yang dipergunakan dalam rangka meningkatkan efektivitas komunikasi dan interaksi edukatif antara pendidik dan peserta didik dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah.[18] Dari segi sarana tersebut perlu diperhatikan adanya usaha meningkatkan sebagai berikut:
1) Mengerti secara mendalam tentang fungsi atau kegunaan media pendidikan
2) Mengerti pengunaan media pendidikan secara tepat dalam interaksi belaja mengajar
3) Pembuatan media harus sederhana dan mudah
4) Memilih media yang tepat sesuai dengan tujuan dan isi materi yang akan diajarkan.
Semua sekolah meliputi peralatan dan perlengkapan tentang sarana dan prasarana, ini dijelaskan dalam buku “Admitrasi Pendidikan” yang disusun oleh Tim Dosen IP IKIP Malang menjelaskan: sarana sekolah meliputi semua peralatan serta perlengkapan yang langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah, contoh: gedung sekolah (school building), ruangan meja, kursi, alat peraga, dan lain-lainnya. Sedangkan prasarana merupakan semua komponen yang secara tidak langung menunjang jalannya proses belajar mngajar atau pendidikan di sekolah, sebagai contoh: jalan menuju sekolah, halaman sekolah, tata tertib sekolah dan semuanya yang berkenaan dengan sekolah.[19]
E. Peningkatan Kualitas Belajar
Dalam setiap proses belajar mengajar yang dialami peserta didik selamanya lancar seperti yang diharapkan, kadang-kadang mengalami kesulitan atau hambatan dalam belajar. Kendala tersebut perlu diatasi dengan berbagai usaha sebagai berikut:
1) Memberi Rangsangan
Minat belajar seseorang berhubungan dengan perasaan seseorang. Pendidikan harus menggunakan metode yang sesuai sehingga merangsang minat untuk belajar dan mempelajari baik dari segi bahasa maupun mimic dari wajah dengan memvariasikan setiap metode yang dipakai. Dari sini menimbulkan yang namanya cinta terhadap bidang studi, sebab pendidik mampu memberikan ransangan terhadap peserta didik untuk belajar, karena yang disajikan benar-benar mengenai atau mengarah pada diri peserta didik yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya setelah peserta didik terangsang terhadap pendidikan maka pendidik tinggal memberikan motivasi secara kontinew. Oleh karena itu pendidik atau lembaga tinggal memberikan atau menyediakan sarana dan prasarana saja, sehingga peserta didik dapat menerima pengalaman yang dapat menyenangkan hati para peserta didik sehingga menjadikan peserta didik belajar semangat.
2) Memberikan Motivasi Belajar
Motivasi adalah sebagai pendorong peserta didik yang berguna untuk menumbuhkan dan menggerakkan bakat peserta didik secara integral dalam dunia belajar, yaitu dengan diambil dari sisitem nilai hidup peserta didik dan ditujukan kepada penjelasan tugas-tugas.
Motivasi merupakan daya penggerak yang besar dalam proses belajar mengajar, motivasi yang diberikan kepada peserta didik dapat berupa:
a. Memberikan penghargaan.
Usaha-usaha meyenangkan yang diberikan kepada peserta didik yang berprestasi yang bagus, baik berupa kata-kata, benda, simbul atau berupa angka (nilai). Penghargaan ini bertujuan agar peserta didik selalu termotivasi untuk lebih giat belajar dan mampu bersaing dengan teman-temannya secara sehat, karena dengan itu pendidik akan mudah meningkatkan kualita pendidikan.
b. Memberikan hukuman.
Pemberian hukuman ini bersifat mendidik artinya bentuk hukuman itu sendiri berkaitan dengan pembelajaran. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki kesalahan.
c. Mengadakan kompetisi dan lomba.
Pengadaan ini dipergunakan untuk meningkatkan prestasi peserta didik untuk membantu peserta didik dalam pembentukan mental yang tangguh selain pembentukan pengetahuan.untuk membantu proses pengajaran yang selalu dimulai dari hal-hal yang nyata bagi siswa.
Demikian bagaimana cara meningkatkan kualitas pendidikan, semoga dengan beberapa point diatas pendidikan di Indonesia akan lebih baik.

Minggu, 30 Desember 2018

Suatu Yg paling Gampang Bagi kita

Hal Yang paling Gampang Bagi kita Semua Yaitu menyalahkan dan menilai orng lain, tanpa kita meneliti dan menelaah kekurangan2 yg ada pada diri kita.

Jumat, 18 Mei 2018

PERTEMUAN RUTIN WALI MURID RA. BABUS SALAM

Pertemuan Rutin Wali Murid RA (Muslimat RA.) Merupakan salah satu program yang di adakan untuk meng evaluasi demi kemajuan Lembaga Tercinta RA. BABUS SALAM I, kegiatan ini Alhamdulillah sudah berjalan kurang lebih lima tahun atas Usulan salah satu wali murid RA Terhadap dewan Guru Ra. BABUS SALAM I.
Dalam kegiatan tersebut di isi dengan beberapa kegiatan ke agamaan yg di antaranya Pembacaan yasin bersama, Tahlil bersama, Beberapa sambutan dan Evaluasi yang mana dri keseluruhan tersebut semua yang mengisi merupakan dewan Guru RA. BABUS SALAM Yang mana tujuan menfungsikan dewan Guru membuktikan bahwa Guru RA. BABUS SALAM I Tidak hanya bisa menjaga anak didik RA. Namun di samping itu membuktikan bahwa Guru RA. BABUS SALAM I bisa tampil segalanya baik ubudiyah, teknologi dan lain sebagainya.
Menurut Ust. Syafiih, S. Pd.I Selaku ketua Pimpinan Di RA. BABUS SALAM I Dalam sambutannya Mari kita Jaga ke istiqomahan kita dan Sama2 rapatkan barisan Untuk saling keterbukaan baik di antara Wali murid Guru sehingga tidak ada ke senjangan antara pihak sekolah dengan warga sekolah, mari kalau misalnya ada keluhan, kritik maupun saran yang berkenaan dengan kelembagaan khususnya di tingkat RA. BABUS SALAM silahkan lotarkan terhadap pengurus2 yang ada baik secara langsung maupun secara tertulis, kami telah menyiapkan kotak saran di depan kelas dan Via media sosial Yang tujuan dri semua itu hanyalah demi kemajuan bersama.
Menurut Ust. Syukri, S. Pd. Selaku kordinator Dalam kegiatan tersebut sekaligus Waka Kurikulum DI RA. BABUS SALAM dia memaparkan dalam sambutannya mari kita jaga ke kompakan bersama dan Mari kita Masukkan anak-anak kita kelembaga lembaga yang bernotabene Islam soalnya akhir2 ini sudah banyak kekurangan2 anak2 khususnya dalam segi moral.
Setelah kita mengamati perkembangan lima tahun yang lalu sampai sekarang, sekarang ini justru bukan perkembangan yang kami temukan justru kemerosotan yg kita jumpai, maka dari itu mari kita Saling Menjaga Jika ada di Sekolah Ini sudah Menjadi tanggung jawab pengurus Yang ada di aekolah Setelah sampai di rumah sudah menjadi tanggung jawab kembali kalian semua. La....... setelah sampai di rumah saya mengamati dan mendengar dari telinga saya sendiri banyak kesalahan yang di lakukan oleh orang tua terhadap anaknya baik dari segi perkataan dan lain sebagainya.

Kamis, 17 Mei 2018

RA BABUS SALAM I MENGIKUTI PAWAI TAARUF

Pawai taaruf merupakan salah satu progrom yang di adakan oleh anggota Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kec. Waru Yang mana dalam kegiatan tersebut di ikuti dari 43 Lembaga Ra yang berada di bawah naungan IGRA kec. Waru.
Yg mana tujuan dari kegiatan tersebut tidak lain hanya untuk memperkuat Ukhuwah Islamiyah.
Menurut Ruha'i Selaku salah satu Panitia dalam agenda tersebut dalam sambutannya ia menyampaikan Pawai taaruf ini bukan untuk mengadu kompetensi siswa tetapi pawai taaruf ini hanyalah untuk menyatakan kekompakan di antara lembaga satu sama lain, selain pernyataan tersebut ruha'i menyampaikan terimakasih kepada semua Kepala sekolah Yang telah berpartisipasi dalam Mensukseskan acara kita yakni Kegiatan Tahunan kita yang di kemas dengan pawai taaruf, 

Rabu, 16 Mei 2018

FASI RA BABUS SALAM

RA. BABUS SALAM 1 sudah ke 4 kalinya menyelanggarakan Festival Anak Sholeh Islam (FASI) yang mana kegiatan ini di selenggarakan tiap selesai semester satu yang mana tujuan dari keagiatan ini tidak lain hanya untuk menguji kemampuan anak didik yang telah meanyelsaikan pembelajaran selama satu smester. menuut Syafi'ih selaku ketua pimpinan di RA. BABUS SALAM mengungkapkan kegiatan ini merupakan salah satu program yang harus di pertahankan dan alhamdulillah kegiatan ini terselenggara sesuai mulai dari kepanitiaan pertama yang di pimpin oleh Ust. syukri dan ketua panitia ke dua Ust. miski ketiga Ust. Khozaini dan sampai ketua panitai yg ke 4 Syamsul Arifin saya ucapkan banyak terimakasih berkat kinerja kalian kegiatan ini berjalan dengan sukses.